Studi Kasus

E-TANI 2025

Sistem Informasi Pertanian Kabupaten Blitar

Aplikasi web untuk digitalisasi data pertanian di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar: komoditas, luas tambah tanam, survei, laporan, dan aduan.

Kategori
e-Government & SPBE
Klien
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar
Tahun
2025

Ringkasan

Sistem Informasi e-Tani 2025 Kabupaten Blitar merupakan aplikasi berbasis web yang dikembangkan untuk mendukung digitalisasi pengelolaan data pertanian di lingkungan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar. Sistem ini mengintegrasikan berbagai proses bisnis, mulai dari monitoring komoditas pertanian, visualisasi data geospasial, input luas tambah tanam oleh kecamatan, dashboard monitoring, pengelolaan laporan, survei kepuasan masyarakat dan karyawan, hingga pengelolaan aduan dalam satu platform terintegrasi.

Pembangunan sistem ini bertujuan untuk mentransformasikan proses kerja yang sebelumnya masih dilakukan secara manual menjadi sistem digital yang lebih efisien, terstruktur, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Latar Belakang

Sebelum pembangunan Sistem Informasi e-Tani 2025 Kabupaten Blitar, beberapa proses pengelolaan data dan penyajian informasi masih dilakukan secara manual menggunakan media seperti file Excel, dokumen kertas, maupun aplikasi yang terpisah.

Kondisi tersebut menyebabkan proses pengumpulan data, pengolahan informasi, monitoring, serta penyusunan laporan membutuhkan waktu lebih lama dan berpotensi menimbulkan kendala dalam konsistensi serta integrasi data.

Melalui pembangunan Sistem Informasi e-Tani ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar melakukan transformasi proses kerja dari manual menjadi digital untuk meningkatkan efisiensi, mempermudah pengelolaan data, mempercepat penyajian laporan, serta mengintegrasikan berbagai kebutuhan operasional dalam satu sistem.

Sistem ini dikembangkan untuk mendukung pengelolaan data komoditas pertanian, monitoring wilayah, input luas tambah tanam, pengelolaan survei kepuasan masyarakat dan karyawan, penyediaan laporan, serta pengelolaan aduan secara lebih terstruktur melalui platform digital.

Permasalahan

Sebelum implementasi sistem, berbagai proses operasional masih dilakukan secara manual menggunakan Excel, dokumen kertas, maupun aplikasi yang terpisah.

Pendataan komoditas pertanian masih dilakukan secara manual.

Input luas tambah tanam dari kecamatan belum terintegrasi.

Pengolahan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) masih dilakukan secara manual.

Pengolahan Survei Kepuasan Karyawan (SKK) masih dilakukan secara manual.

Penyusunan laporan membutuhkan proses rekapitulasi yang cukup lama.

Pengelolaan aduan masyarakat belum memiliki sistem yang terintegrasi.

Monitoring data pertanian belum dapat dilakukan secara cepat dan terpusat.

Tujuan

Pembangunan Sistem Informasi e-Tani bertujuan untuk:

  • Mentransformasikan proses manual menjadi sistem digital
  • Membangun pusat data pertanian yang terintegrasi
  • Mempermudah monitoring komoditas pertanian
  • Mempermudah input luas tambah tanam dari kecamatan
  • Mempercepat penyusunan laporan
  • Meningkatkan kualitas data pertanian
  • Mendukung pengambilan keputusan berbasis data
  • Menyediakan layanan survei dan pengelolaan aduan secara digital

Fitur Utama

Monitoring Komoditas Pertanian

Mengelola data komoditas, luas panen, produksi, produktivitas, area tanam, dan perkembangan komoditas pertanian.

Peta Komoditas dan Peta Subsektor

Visualisasi data geospasial yang menampilkan persebaran komoditas pertanian berdasarkan wilayah.

Input Luas Tambah Tanam Kecamatan

Fasilitas bagi kecamatan untuk melakukan input data luas tambah tanam secara periodik.

Dashboard Monitoring

Dashboard yang menyajikan ringkasan informasi penting sebagai bahan monitoring pimpinan.

Laporan dan Export Data

Penyajian laporan serta fasilitas export ke PDF, Excel, dan CSV.

  • Survei Kepuasan Masyarakat
  • Survei Kepuasan Karyawan
  • Pengelolaan Aduan
  • Manajemen User
  • Role & Permission
  • Master Data

Pengguna

Admin

Mengelola seluruh data master, pengguna, hak akses, komoditas, layanan, survei, laporan, dan aduan.

Operator Internal

Mengelola data operasional sesuai kewenangan.

User Kecamatan

Melakukan input luas tambah tanam serta memonitor data wilayah masing-masing.

Masyarakat

Mengisi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) dan menyampaikan aduan.

Karyawan / Pegawai Internal

Mengisi Survei Kepuasan Karyawan (SKK).

Teknologi

  • Backend
  • Laravel 10
  • PHP 8.1
  • Frontend
  • Blade Template
  • Bootstrap
  • Vite
  • JavaScript
  • Database
  • MySQL
  • Library
  • Laravel Excel
  • DOMPDF
  • Intervention Image
  • Laravel Sanctum
  • Laravel Auditing
  • Google reCAPTCHA
  • Infrastructure
  • Docker
  • Apache / Nginx
  • Linux Server

Implementasi

  1. Analisis Kebutuhan

    Dilakukan identifikasi kebutuhan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Blitar untuk memahami proses bisnis pengelolaan data pertanian, monitoring komoditas, input luas tambah tanam, dashboard, laporan, survei, dan aduan.

  2. Perancangan Sistem

    Merancang struktur aplikasi berbasis role dan permission sehingga setiap pengguna memperoleh akses sesuai kewenangannya.

  3. Pengembangan

    Pengembangan dilakukan menggunakan Laravel 10 dengan pendekatan modular sehingga setiap proses bisnis memiliki modul tersendiri namun tetap terintegrasi.

  4. Testing

    Dilakukan pengujian terhadap:

    • Hak akses pengguna
    • Validasi data
    • Dashboard
    • Laporan
    • Export Data
    • Form Survei
    • Form Aduan
  5. Deployment

    Sistem dipasang pada server dan dikonfigurasi agar dapat digunakan sebagai sistem operasional.

  6. Pendampingan

    Dilakukan pendampingan penggunaan sistem kepada pengguna sesuai perannya.

Tantangan

Adaptasi Pengguna Kecamatan

Perubahan proses manual menuju sistem digital memerlukan penyesuaian pengguna, khususnya operator kecamatan dalam melakukan input data dan pemanfaatan dashboard.

Kualitas Data Awal

Perbedaan format pencatatan sebelumnya menyebabkan perlunya validasi data agar informasi yang dihasilkan tetap akurat dan konsisten.

Dampak & Hasil

Sebelum Implementasi

Pendataan masih menggunakan Excel, dokumen kertas, maupun aplikasi terpisah.

Input luas tambah tanam masih manual.

Monitoring komoditas belum optimal.

Penyusunan laporan membutuhkan waktu lama.

Data tersebar pada berbagai media.

Pengelolaan survei dan aduan belum terintegrasi.

Setelah Implementasi

Seluruh proses menjadi digital dan terintegrasi.

Monitoring komoditas lebih cepat dan mudah.

Input luas tambah tanam dilakukan secara online.

Dashboard mempermudah monitoring.

Penyusunan laporan menjadi lebih cepat.

Data lebih terpusat dan akurat.

Mendukung pengambilan keputusan berbasis data.

Manfaat Data Geospasial

Penerapan data geospasial memberikan nilai tambah melalui visualisasi peta komoditas dan subsektor sehingga:

  • Persebaran komoditas lebih mudah dipahami
  • Monitoring wilayah menjadi lebih efektif
  • Analisis potensi pertanian dapat dilakukan berdasarkan lokasi
  • Membantu penyusunan program dan evaluasi sektor pertanian
  • Mempermudah pengambilan keputusan berbasis informasi spasial

Pembelajaran

Pelaksanaan proyek memberikan beberapa pembelajaran penting, antara lain:

Transformasi digital memerlukan kesiapan teknologi dan sumber daya manusia.

Kualitas data sangat menentukan kualitas dashboard dan laporan.

Integrasi seluruh proses bisnis dalam satu platform meningkatkan efisiensi operasional.

Pemanfaatan data geospasial memberikan nilai tambah dalam monitoring dan analisis wilayah.

Pengelolaan role dan permission menjadi aspek penting dalam menjaga keamanan sistem.

Dashboard dan laporan yang terintegrasi mempercepat proses monitoring dan evaluasi.