Studi Kasus

TAKTIS

Tambang Aktif Kolaboratif Terpadu Information System

Platform perizinan pertambangan terpadu Dinas ESDM Jawa Timur yang menghubungkan proses pengajuan, evaluasi, dan monitoring dalam satu sistem.

Kategori
e-Government & SPBE
Klien
Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur
Tahun
2025

Ringkasan

  • Nama ProyekTAKTIS (Tambang Aktif Kolaboratif Terpadu Information System)
  • KlienDinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur
  • Bidang IndustriPemerintahan – Pertambangan dan Perizinan
  • KategoriGovernment Information System, Mining Licensing System, Digital Transformation, e-Government
  • Tahun Implementasi2025
  • Durasi Pengembangan3 Bulan
  • Status ProyekGo Live
  • Jenis ProyekNew Development (Greenfield Project)
  • URL Aplikasihttps://taktis.esdmjatim.id/

Latar Belakang

Sebelum TAKTIS dikembangkan, proses perizinan pertambangan di Provinsi Jawa Timur masih tersebar pada berbagai platform yang berdiri sendiri. Pemohon harus mengakses beberapa sistem berbeda sesuai tahapan perizinan, sementara sebagian proses administrasi masih dilakukan secara manual melalui surat maupun email.

Kondisi tersebut menyebabkan proses menjadi panjang, data tidak terintegrasi, monitoring sulit dilakukan, serta koordinasi antar unit kerja menjadi kurang efektif. Kondisi inilah yang menjadi dasar pengembangan platform TAKTIS sebagai sistem perizinan tambang yang terintegrasi.

Permasalahan

Fragmentasi sistem perizinan pada berbagai platform.

Pengisian data yang berulang pada setiap tahapan.

Proses evaluasi dokumen masih dilakukan secara manual.

Monitoring status perizinan belum terintegrasi.

Sulit melakukan tracking proses oleh pemohon maupun pimpinan.

Koordinasi antar instansi membutuhkan waktu yang lama.

Dokumentasi tersebar di berbagai media penyimpanan.

Risiko inkonsistensi data cukup tinggi.

Tujuan

Pengembangan TAKTIS bertujuan untuk:

  • Membangun platform perizinan pertambangan yang terintegrasi
  • Menyatukan proses layanan dalam satu sistem
  • Mengintegrasikan layanan dengan OSS, INLINE dan JOSS
  • Mempercepat proses pelayanan publik
  • Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas
  • Mempermudah monitoring seluruh tahapan perizinan
  • Mendukung transformasi digital pelayanan pemerintah

Solusi

EDIIDE mengembangkan platform TAKTIS secara end-to-end mulai dari analisis kebutuhan, desain sistem, perancangan database, pengembangan aplikasi, integrasi layanan, hingga implementasi produksi.

Platform ini menjadi pusat integrasi seluruh proses perizinan pertambangan sehingga pengguna cukup menggunakan satu aplikasi untuk mengelola seluruh tahapan proses perizinan.

  • Modul Utama
  • Master Data
  • Manajemen Perusahaan
  • Manajemen Pengguna
  • Hak Akses
  • Master Komoditas
  • Master Wilayah
  • Perizinan
  • Pengajuan WIUP
  • IUP Eksplorasi
  • Studi Kelayakan (FS)
  • Izin Lingkungan
  • IUP Operasi Produksi
  • Workflow
  • Verifikasi Dokumen
  • Evaluasi
  • Persetujuan
  • Revisi
  • Penolakan
  • Monitoring SLA
  • Monitoring
  • Dashboard
  • Tracking Status
  • Timeline Perizinan
  • Progress Monitoring
  • Dokumen
  • Upload Dokumen
  • Versioning Dokumen
  • Digital Repository
  • Notifikasi
  • Email Notification
  • WhatsApp Notification
  • In-App Notification
  • Laporan
  • Dashboard Pimpinan
  • Monitoring Perizinan
  • Statistik
  • Rekapitulasi
  • Audit
  • Audit Trail
  • Activity Log

Integrasi Sistem

TAKTIS terintegrasi dengan:

  • OSS
  • INLINE
  • JOSS

Sistem Internal Dinas ESDM

Menggunakan mekanisme API Gateway, sinkronisasi data, dan monitoring status secara otomatis.

Pengguna

  • External User
  • Perusahaan Pemegang IUP
  • Pemohon Perizinan Pertambangan
  • Internal User
  • Administrator Dinas ESDM
  • Verifikator
  • Evaluator
  • Kepala Bidang Pertambangan
  • Pimpinan Dinas ESDM

Teknologi

  • Backend
  • PHP 8.2
  • Laravel 10
  • Frontend
  • Vue.js 3
  • Tailwind CSS
  • Database
  • MySQL 8
  • Server
  • Ubuntu Server
  • Nginx
  • Queue
  • Redis
  • Version Control
  • Git
  • GitLab
  • Library
  • Guzzle HTTP
  • Symfony DomCrawler

Peran EDIIDE

EDIIDE bertanggung jawab terhadap seluruh siklus pengembangan sistem, meliputi:

  • System Analyst
  • UI/UX Design
  • System Architecture
  • Database Design
  • Full Stack Development
  • API Integration
  • Testing (UAT)
  • Deployment & Go Live
  • Jumlah Tim4 Orang
  • Status Nilai ProyekConfidential (Tidak Dipublikasikan)
  • Business Analysis
  • Requirement Gathering
  • System Analysis
  • UI/UX Design
  • Database Design
  • Software Architecture
  • Backend Development
  • Frontend Development
  • API Integration
  • Testing
  • User Acceptance Test
  • Deployment
  • Go Live

Implementasi

Metode pengembangan menggunakan pendekatan Agile Development dengan tahapan:

  1. Go Live

    Durasi implementasi diselesaikan dalam waktu 3 bulan.

  • Analisis kebutuhan
  • Perancangan sistem
  • Desain UI/UX
  • Pengembangan aplikasi
  • Integrasi API
  • Pengujian
  • User Acceptance Test

Tantangan

Beberapa tantangan utama selama pengembangan antara lain:

  • Integrasi beberapa platform pemerintah yang berbeda
  • Penyelarasan proses bisnis lintas tahapan perizinan
  • Sinkronisasi data antar sistem
  • Digitalisasi proses yang sebelumnya masih manual
  • Penyusunan workflow perizinan yang kompleks
  • Penyediaan dashboard monitoring secara real-time

Dampak & Hasil

Implementasi TAKTIS memberikan berbagai peningkatan layanan, di antaranya:

  • Integrasi layanan perizinan dalam satu platform
  • Penyederhanaan proses pengajuan perizinan
  • Monitoring status secara real-time
  • Pengurangan pekerjaan administratif berulang
  • Peningkatan transparansi pelayanan
  • Meningkatkan efisiensi koordinasi antar unit
  • Mendukung transformasi digital layanan pertambangan
  • Menjadi dasar pengambilan keputusan berbasis data

Pembelajaran

Pengembangan TAKTIS menunjukkan bahwa transformasi digital layanan pemerintahan memerlukan lebih dari sekadar pembangunan aplikasi. Keberhasilan implementasi sangat dipengaruhi oleh pemahaman proses bisnis, integrasi lintas sistem, penyusunan workflow yang sesuai regulasi, serta kolaborasi yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan. Pendekatan tersebut memungkinkan terciptanya platform yang tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis, tetapi juga meningkatkan efektivitas pelayanan publik.