Studi Kasus

KIGESPER

Sistem Informasi Geospasial dan Pengelolaan Perizinan Pertambangan

Aplikasi web untuk Bidang Pertambangan Dinas ESDM Jawa Timur yang menyatukan administrasi perizinan dan analisis geospasial dalam satu platform.

Kategori
GIS & Spatial Analytics
Klien
Bidang Pertambangan – Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur
Tahun
2025
Status
Go-Live
Platform
Web Based

Ringkasan

KIGESPER (Sistem Informasi Geospasial dan Pengelolaan Perizinan Pertambangan) merupakan aplikasi berbasis web yang dikembangkan oleh EDIIDE untuk Bidang Pertambangan, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur pada tahun 2025.

Aplikasi ini dibangun sebagai platform terpadu untuk mendukung proses pengelolaan perizinan pertambangan dengan mengintegrasikan data administratif dan data geospasial dalam satu sistem. Salah satu kemampuan utama KIGESPER adalah melakukan analisis spasial (spatial intersect) secara otomatis terhadap wilayah permohonan dengan berbagai peta tematik yang menjadi dasar pengambilan keputusan, seperti RTRW, kawasan hutan, kawasan rawan bencana, peta lingkungan hidup, peta peruntukan kawasan, dan berbagai layer regulasi lainnya.

Selain mendukung proses verifikasi permohonan, KIGESPER juga menjadi pusat pengelolaan data spasial pertambangan yang menyimpan informasi wilayah izin, komoditas, status perizinan, dashboard geospasial, serta monitoring seluruh siklus perizinan mulai dari permohonan hingga izin berakhir (expired). Aplikasi telah Go-Live pada tahun 2025 dan digunakan oleh Bidang Pertambangan Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur serta pemohon.

Peningkatan Pelayanan

Pemohon memperoleh proses layanan yang lebih transparan melalui:

  • Monitoring status permohonan
  • Feedback digital
  • Riwayat proses
  • Informasi hasil evaluasi

Tata Kelola Berbasis Data

KIGESPER mendukung pengambilan keputusan berbasis data dengan mengintegrasikan informasi administratif dan geospasial dalam satu platform yang terdokumentasi, konsisten, dan mudah dianalisis.

Latar Belakang

Proses evaluasi permohonan wilayah pertambangan memerlukan analisis terhadap berbagai data geospasial yang berasal dari banyak sumber. Sebelum adanya KIGESPER, proses tersebut umumnya dilakukan dengan membuka berbagai layer peta secara terpisah untuk memastikan apakah wilayah yang diajukan memiliki tumpang tindih (intersect) dengan kawasan yang dibatasi oleh regulasi.

Kondisi tersebut menyebabkan proses analisis membutuhkan waktu lebih lama, bergantung pada kemampuan masing-masing petugas, serta berpotensi menghasilkan perbedaan interpretasi terhadap data spasial.

Selain itu, data pertambangan seperti wilayah izin, komoditas, status izin, dan data spasial lainnya belum terintegrasi dalam satu platform sehingga monitoring dan penyusunan informasi bagi pimpinan memerlukan proses rekapitulasi yang cukup panjang.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Bidang Pertambangan Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur membangun KIGESPER sebagai platform geospasial yang mampu mengintegrasikan data administrasi perizinan, analisis spasial, dashboard monitoring, dan pusat data pertambangan dalam satu sistem.

Permasalahan

Sebelum implementasi sistem, beberapa tantangan utama yang dihadapi antara lain:

Proses pengecekan wilayah izin masih dilakukan secara manual terhadap berbagai peta tematik.

Analisis spasial membutuhkan waktu karena harus membuka banyak layer secara terpisah.

Data pertambangan tersebar pada berbagai sumber sehingga sulit dimonitor secara menyeluruh.

Monitoring izin aktif, permohonan baru, maupun izin yang telah berakhir belum terpusat.

Penyusunan laporan dan dashboard pimpinan membutuhkan proses rekapitulasi manual.

Tujuan

Pengembangan KIGESPER bertujuan untuk:

Mendukung tata kelola pertambangan berbasis data dan informasi geospasial.

  • Membangun sistem pengelolaan perizinan pertambangan yang terintegrasi
  • Mempercepat proses evaluasi teknis melalui analisis spasial otomatis
  • Mengurangi proses pengecekan manual terhadap berbagai peta regulasi
  • Menjadi pusat data geospasial pertambangan Provinsi Jawa Timur
  • Menyediakan dashboard monitoring yang mendukung pengambilan keputusan
  • Meningkatkan transparansi proses pelayanan kepada pemohon

Solusi

EDIIDE membangun platform geospasial berbasis web yang mengintegrasikan proses administrasi, analisis spasial, pengelolaan data pertambangan, dashboard analitik, serta monitoring seluruh siklus perizinan.

Keunggulan utama sistem adalah kemampuan melakukan analisis intersect otomatis terhadap area permohonan dengan berbagai layer peta regulasi sehingga proses evaluasi menjadi lebih cepat, akurat, dan terdokumentasi.

Selain itu, seluruh data pertambangan disimpan dalam satu basis data geospasial sehingga mudah dikelola, dianalisis, dan ditampilkan dalam bentuk dashboard maupun peta interaktif.

Fitur Utama

  • Manajemen Pengguna
  • Login
  • Role Based Access Control
  • Hak Akses
  • Manajemen User
  • Pengelolaan Permohonan
  • Registrasi permohonan
  • Tracking status
  • Feedback
  • Riwayat permohonan
  • Analisis Geospasial
  • Spatial Intersect
  • Overlay Peta
  • Analisis GeoJSON
  • Analisis PostGIS
  • Manajemen Layer Peta
  • Layer RTRW
  • Layer Kawasan Hutan
  • Layer Kawasan Rawan Bencana
  • Layer Peruntukan
  • Layer DLH
  • Layer Pertambangan
  • Layer Tematik lainnya
  • Pengelolaan Data Pertambangan
  • WIUP
  • IUP
  • Komoditas
  • Status Izin
  • Data Historis
  • Sinkronisasi Data
  • Dashboard
  • Dashboard Pertambangan
  • Dashboard Komoditas
  • Dashboard Persebaran IUP
  • Dashboard Status Izin
  • Dashboard Monitoring
  • Monitoring
  • Permohonan
  • Izin Aktif
  • Izin Expired
  • Monitoring Wilayah
  • Laporan
  • Rekapitulasi
  • Statistik
  • Dashboard Pimpinan

Pengguna

Bidang Pertambangan

Mengelola seluruh proses administrasi perizinan.

Melakukan analisis spasial.

Memverifikasi permohonan.

Mengelola data pertambangan.

Monitoring dashboard.

Pemohon

Melakukan:

  • Registrasi akun
  • Pengajuan permohonan
  • Upload dokumen
  • Monitoring status permohonan
  • Melihat hasil evaluasi

Teknologi

  • Backend
  • Laravel 10
  • PHP 8.1
  • Frontend
  • Blade
  • Bootstrap
  • JavaScript
  • Database
  • PostgreSQL
  • PostGIS
  • Geospasial
  • GeoJSON
  • Spatial Query
  • Geometry
  • Intersect Analysis
  • Integrasi
  • Google Sheets API
  • REST API
  • Guzzle HTTP
  • Library
  • Laravel Excel
  • DOMPDF
  • Intervention Image
  • PHP Shapefile
  • Infrastruktur
  • Docker
  • Node.js Sync Service

Implementasi

Implementasi dilakukan dengan pendekatan bertahap mulai dari analisis kebutuhan bisnis, pemodelan proses perizinan, pembangunan basis data geospasial, pengembangan modul administrasi, integrasi data spasial, hingga pembangunan dashboard monitoring.

Seluruh layer peta yang menjadi dasar evaluasi teknis dikelola dalam sistem sehingga dapat digunakan sebagai referensi analisis otomatis terhadap setiap wilayah permohonan.

Selain itu dikembangkan mekanisme sinkronisasi data pertambangan agar data tetap mutakhir dan dapat digunakan sebagai dasar analisis maupun penyusunan laporan.

Tantangan

Beberapa tantangan selama pengembangan antara lain:

  • Mengintegrasikan data administrasi dengan data geospasial
  • Mengelola data spasial dalam jumlah besar
  • Menjaga performa query spasial
  • Mengintegrasikan berbagai layer peta dari sumber yang berbeda
  • Menjamin akurasi analisis intersect
  • Menyediakan dashboard yang mudah dipahami oleh pimpinan

Dampak & Hasil

Analisis Spasial Otomatis

KIGESPER mampu melakukan analisis intersect secara otomatis terhadap wilayah permohonan dengan berbagai peta tematik seperti:

  • RTRW
  • Kawasan Hutan
  • Kawasan Rawan Bencana
  • Kawasan Lingkungan Hidup (DLH)
  • Peruntukan Kawasan

Layer regulasi lainnya

Hal ini mempercepat proses evaluasi teknis serta mengurangi kebutuhan pengecekan manual.

Sentralisasi Data Pertambangan

Seluruh data spasial pertambangan kini tersimpan dalam satu platform, meliputi:

  • Permohonan
  • WIUP
  • IUP
  • Komoditas
  • Status izin
  • Data historis
  • Layer geospasial

Sistem memungkinkan monitoring terhadap

  • Permohonan baru
  • Proses evaluasi
  • Izin aktif
  • Izin yang telah berakhir (expired)
  • Persebaran wilayah pertambangan

Dashboard menyajikan informasi strategis mengenai

  • Persebaran wilayah pertambangan
  • Statistik komoditas
  • Distribusi izin
  • Status perizinan

Pembelajaran

Integrasi data administrasi dan data geospasial menghasilkan proses evaluasi yang lebih efektif dibandingkan pendekatan terpisah.

Analisis spasial otomatis membantu meningkatkan konsistensi dan akurasi pengambilan keputusan.

Sentralisasi data mempermudah monitoring, pelaporan, dan penyusunan informasi bagi pimpinan.

Arsitektur yang memisahkan aplikasi inti dan layanan sinkronisasi memudahkan pemeliharaan serta pembaruan data secara berkala.

Dashboard geospasial memberikan nilai tambah dalam mendukung tata kelola pertambangan berbasis data.

Informasi Proyek

Nama Aplikasi
KIGESPER
Nama Lengkap
Sistem Informasi Geospasial dan Pengelolaan Perizinan Pertambangan
Tahun Pengadaan
2025
Jenis Sistem
Sistem Informasi Geospasial dan Perizinan Pertambangan
Sektor
Pemerintahan